Lahan Desa Sempu laku 154 juta

Boyolali. Sekitar limapuluhan warga sempu, kecamatan Andong, Kabupaten Boyolali mengikuti proses lelang tanah kas desa yang diselenggarakan di Balai Desa Sempu, Sabtu 12 Maret 2010. Mereka terlihat sangat antusias mengikuti setiap tahapan lelang untuk berkompetisi mendapatkan lahan garapan.

proses lelang

lelang kas desa sempu


Suyatna, Kepala Desa Sempu diawal sambutannya mengatakan proses lelang ini diselenggarakan dengan didahului oleh pengumuman yang ditempel di tempat – tempat strategis di desa sempu. “Semua warga Desa Sempu berhak mengikuti proses lelang ini tanpa kecuali” tandas pak kades. Lebih lanjut beliau menguraikan tata tertib dalam pelaksanaan lelang seperti, pelelang diutamakan warga desa sempu, lelang dilakukan dengan proses penawaran tertutup. “Bagi pelelang cukup menuliskan penawarannya dalam kertas kemudian dimasukan dalam kotak yang sudah tertulis lokasi lahan” tegasnya.

Namun meskipun sudah menjadi penawar tertinggi belum tentu bisa memenangkan lelang, pasalnya panitia lelang menetapkan syarat bagi pemenang harus menyetor uang muka sebesar 10% dari harga jadi. Jika penawar tertinggi pertama tidak bisa membayar 10% pada saat itu juga, pemenangnya jatuh ke penawar tertinggi kedua.

Banyak peminat
Panitia memberikan waktu 30 menit kepala para pelelang untuk memasukan surat penawarannya ke tiap tiap kotak yang sudah di sediakan panitia. “kami hanya memberikan waktu 30 menit, setelah itu segera kami tutup untuk dibacakan penawarannya” kata pak Probo mewakili panitia lelang. Waktu yang pendek ini dimanfaatkan betul oleh para peserta lelang memberikan penawaran sambil melihat sebarapa banyak penawar di setiap bidang lahannya.

Satu demi satu dari 15 kotak dibuka, lahan bekas bengkok kades yang luasnya sekitar 5 Ha ditawar oleh 9 (sembilan) orang dengan penawaran tertinggi 40 juta rupiah, sedangkan penawaran terendahnya 34 juta. Namun karena penawar tertinggi mengundurkan diri maka harga jadinya 36 juta.

Lahan bekas bengkok Kadus (Kepala Dusun) V (lima) terjadi persaingan yang cukup sengit, bahkan penawar di lahan ini terbanyak jika dibandingkan dengan lahan lahan yang lain. Sebanyak 17 (tujuhbelas) orang beradu keberuntungan untuk mendapatkan lahan ini. “ kayaknya ini lahan yang paling cantik, pelamarnya paling banyak” celetuk salah satu peserta lelang diikuti gelak tawa peserta yang lain.

Setelah penetapan pemenang maka para pemenang kemudian menghadap ke bendahara lelang untuk membayar uang muka 10% sesuai dengan tatib.

Lelang tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan dengan tahun kemarin, kalau pada tahun 2010 pendapatan lelang sebesar Rp 145.008.000,00, tahun ini mencapai Rp 154.761.000,00. “Alhamdulillah tahun ini meningkat 9,75 juta” kata Parjo Bendahara Panitia Lelang yang juga menjabat Kadus I Derasan. Lebih lanjut dia menyampaikan bahwa proses pelunasannya akan dilakukan sampai 3 bulan mendatang “ jika sampai 3 (tiga) bulan tidak melunasi maka akan dialihkan ke penawar dibawahnya” pungkasnya. (sms)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: