Samiran Sambut Suro

SRB 21 Desember 2009
Ritual baru, digelar di desa samiran pada malam tahun baru hijriyah 1431 H. Ritual ini sendiri memang cukup aneh bagi masarakat samiran karena memang dari dulu tidak pernah ada. Iring iringan warga dengan membawa tumpeng dan air dari Gua Raja menuju Petilasan Kyai Kebokanigoro diikuti dengan Doa doa. Menurut Kepala Desa Samiran Marjuki SPDi, bahwa ritual ini selain untuk menyambut tahun baru juga untuk memohon kepada Tuhan Yang Maha Esa agar warga samiran mendapatkan berkah diberi keselamatan dan mendapatkan limpahan rejeki serta dijauhkan dari balak.

Sekitar pukul 21:00 di pesanggrahan Ngindo Marto atau yang akrab disebut Gua Raja, ritual dimulai oleh warga masyarakat sekitar dengan sesaji sego gunung – tumpeng jagung – yang didalamnya terdapat Nasi jagung, gomok, anyung anyung, bongko, hawuk hawuk dan jajan pasar lainnya. Prosesi selanjutnya adalah pengambilan air suci perwitosari dari sumber mata air yang ada dan dimasukan dalam gentong.

Air dan sego gunung yang sudah siap oleh warga kemudian di kirab menuju petilasan Kyai Kebokanigoro. Ratusan warga sangat antusias mengikuti arak arakan dengan menyalakan oncor –obor bambu- dan mengalunkan doa doa. NRD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: