Sewindu Forabi 17 Juni 2009

Forabi secara resmi dideklarasikan pada tanggal 17 Juni merupakan wadah perjuangan untuk pemenuhan hak hak dasar warga. Walaupun selama ini sudah ada perlindungan hak dalam regulasi nasional, namun perwujudannya masih menuntut adanya partisipasi aktif dari masyarakat.
Sejak forabi dideklarasikan, sudah banyak aktifitas yang dijalankan baik yang berupa promosi terhadap penyelenggaraan pemerintahan yang baik, otonomi desa maupun pendidikan kritis bagi warga. Namun yang terpenting dari proses berkumpulnya komunitas dalam wadah forabi merupakan bagian dari pendalaman makna demokrasi yang sesungguhnya. Demokrasi prosedural yang selama ini dianut oleh negara ini tidak banyak menghadirkan kesejahteraan bagi rakyat. Atau bahkan selama 32 tahun bangsa ini tersandera oleh slogan demokrasi yang nyata nyata jauh dari prinsip demokrasi. Jika memang sudah demokratis, kenapa juga masih banyak orang miskin?
Banyak orang terjebak bahwa memahami demokrasi pasti terbawa pada proses pemilu, DPRD, DPR, Presiden dll. Dan seolah olah ketika berbicara demokrasi itu tidak ada hubungannya dengan si A yang tidak bisa sekolah, si B yang hanya makan sehari sekali atau si C yang tidak memiliki tempat tinggal yang layak, padahal sisi yang lain ada si D yang mobilnya 5 unit, si E yang kaya raya. Lalu apa memang demikian demokrasi itu? Tentu tidak dan yakin bahwa tidak begitu demokrasi itu.
Forabi hadir dalam proses demokrasi di Boyolali sejak dselapan tahun yang lalu merupakan bagian dari ihtiar dari para aktifis yang menghendaki adanya perubahan bagi perbaikan kehidupan rakyat seiring dengan meningkatnya kualitas demokrasi.
Sebagai rangkaian kegiatan pada sewindu Forabi pada hari Rabu 17 juni 2009 antara lain sarasehan di halaman secretariat dengan peserta dari perwakilan komunitas , pendiri forabi , Pengurus Forabi mulai periode pertama sampai periode ke- 4 , tokoh masyarakat , tokoh agama , eksekutif , kawan-kawan LSM , Lurah Pulisen ,Kompip Indonesia , serta pengurus tabungan kelompok . Sebagaimana acara di buka oleh Forabi yang di wakili oleh Suwardi dari kaukus Petani , Wardi mengungkapkan bahwa tujuan dari sewindu Forabi ini untuk mengingatkan kepada kita semua tentang proses-prese pengorganisasian dan pengkaderan mulai dari tahun 2001 sampai saat ini sudah 4 periode , kemudian dilanjutkan oleh Direktur Kompip Indonesia Akbarudin Arif lebih menyoroti model-model partipasi yang di kembangkan oleh Forabi , selanjutnya dari Lurah Pulisen Bapak Jumino menyambut baik dengan adanya kegiatan ini dan nantinya bias menjadi kontak awal dengan teman LSM setelah itu dilanjutkan oleh perwakilan Eksekutif dari Kepala Kantor Kesbanglinmaspol Beliau lebih memberikan apresiasi bahwa banyak kader atau generasi forabi yang sekarang menjadi pejabat Publik seperti Ketua KPUD Boyolali Ribut Budi Santoso dulu juga dari Forabi , acara diteruskan dengan pemotongan tumpeng sebagai simbul kebersamaan yang dilakukan oleh Mbah Samosir beliau juga termasuk pendiri Forabi , nah sebagai hiburan dalam kesempatan ini juga ada siteran ( Jawa ) untuk menghibur para pesrta , acara tidak berhenti di situ ada kilas balik dari tiap Badan Pekerja setiap periode yang pertama diawali oleh Bapak Munawar Samsudin , dilanjutkan oleh Nursetyanto periode ke -2 selanjutnya Mas Sunaryanto mereka saling mempresentasikan atas segala hal yang dilakukan mulai dari dialog di secretariat sampai dengan bertemu dengan para pejabat di luar Boyolali dan semua itu hanya untuk Boyolali tersenyum , nah itu sedikit ulasan dari sewindu Forabi.siju

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: