Karyawan OXY mengadu ke Forabi

Liputan khusus
Karyawan OXY mengadu ke Forabi
Yang mendasari adanya pengaduan ke Forabi dari Karyawan Oxy , Bahwa pada dasarnya terjadi banyak masalah yang terjadi di pabrik OXY. Terutama masalah – masalah yang menyangkut dengan hak yang belum dipenuhi oleh perusahaan yang seharusnya sudah diberikan oleh karyawan sejak pertama kali bekerja. Masalah tersebut antara lain.

1. Status
2. Peraturan
3. Upah / kesejahteraan
4. Jam kerja

1. Bahwa setelah melakukan pertemuan tersebut, ternyata status karyawan perusahaan OXY BELUM JELAS. Dan seharusnya menurut undang – undang, seharusnya karyawan perusahaan OXY adalah KARYAWAN TETAP. Bukan karyawan POCOK’AN. Karena perusahaan melakukan produksi secara terus menerus, dan bukan produksi sample.
Selain itu pada saat pertama kali karyawan masuk, tidak ada kejelasan atas statusnya, karena tidak ada dokumen yang secara sah disepakati bersama.

2. Peraturan yang ada saat ini sangat merugikan karyawan, karena belum ada kesepakatan antara karyawan dan perusahaan. Karena dalam pembuatan aturan tersebut, karyawan tidak dilibatkan. Karena minimal dalam suatu perusahaan harus ada Peraturan Perusahaan (PP) yang didalamnya mengatur hak dan kewajiban antara kedua belah pihak, dan ini harus dilaporkan ke Dinas Tenaga Kerja.

3. Upah di perusahaan OXY sebetulnya sudah sesuai dengan UMK yaitu Rp.718.500,- tetapi pada penerapannya masih terjadi pemotongan upah secara sepihak oleh perusahaan.
Untuk masalah uang lembur, karyawan masih banyak dirugikan dan jumlah upahnya TIDAK SESUAI dengan undang – undang tenaga kerja. Seharusnya untuk upah lembur karyawan menerima upah sebesar Rp.6.480,- untuk satu jam pertama, dan Rp.8.640,- untuk dua jam berikutnya.

4. Jam kerja menurut undang – undang adalah 8 jam – 1 jam istirahat, jadi total waktu efektif bekerja dalah 7 jam. Tapi yang terjadi adalah waktu istirahat hanya 30 menit / ½ jam. Dan seharusnya karyawan menerima upah lembur untuk bekerja selama mengurangi masa istirahat tersebut.

5. Ada indikasi bahwa perusahaan belum mengikutsertakan karyawan untuk ikut JAMSOSTEK, karena ada beberapa kasus karyawan yang mengalami kecelakaan kerja malah dipersalahkan dan diberikan surat peringatan. Karena ini adalah salah satu hak yang harus diberikan perusahaan.

Demikian hasil dari pertemuan tersebut, dan sebenarnya masih sangat banyak terjadi penyimpangan perusahaan OXY itu dari Bpk Suyatno selaku pemandu pertemuan / diskusi antara Forabi dengan karyawan Oxy.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: