FORABI : Pertanyakan Pemindahan Kabupaten

Agustus 7, 2008

Rencana pemkab Boyolali untuk memindahkan kabupaten mendapat banyak tanggapan baik yang datang dari kalangan partai politik maupun lembaga swadaya masyarakat (LSM). Sebagaimana dilihat di jalan jalan terpasang spanduk penolakan yang dimotori politisi dari Partai Amanat Nasional (PAN) Drs Thontowi Djauhari yang saat ini juga berkantor di gedung berlian DPRD Jawa Tengah. Thontowi dalam pesan pesan di spanduknya dengan tegas menyatakan bahwa anggaran yang dipakai untuk pemindahan kabupaten lebih baik dialokasikan bagi warga miskin di Boyolali.

Koordinator FORABI (Forum Rakyat Boyolali) Nursetyanto dalam menyatakan bahwa sebelum ada pemindahan Pemkab harus melakukan perencanaan yang matang dengan¬† melibatkan partisipasi masyarakat. “jangan sembrono, ini urusan masyarakat banyak” tungkasya. Karena jangan sampai pemindahan ini akan mengakibatkan kesengsaraan rakyat, tetapi bagaimana ada upaya yang akan mengarah pada perbaikan kehidupan rakyat, imbuhnya.

Untuk itu, lanjut totok sapaan akrab Nursetyanto,  saat ini yang diperlukan adalah membangun komunikasi yang baik antara semua stakeholders di Boyolali. Soal pro dan kontra pemindahan kabupaten perlu diakomodasi dalam forum permusyawaratan yang konstruktif sehingga akan lahir pilihan yang sesuai dengan kehendak mayoritas dan saling menyadari resiko atas pilihan tersebut. Namun demikian, jangan dilupakan kasus kasus yang memang sudah didepan mata seperti penggangguran, kemiskinan, kekeringan dll. (sms-srb)

Iklan

Surat Pernyataan Bersama Pengemudi Mandiri Simo

Agustus 6, 2008

Surat Pernyataan Bersama

Keberadaan pengemudi mandiri dengan angkot berplat hitam yang berpusat operasi di terminal Simo sudah sejak lama, dan sejarah awal adanya angkot juga diprakarsai oleh pengemudi berplat hitam. Usaha jasa yang secara langsung dikelola oleh masyarakat ini telah banyak memberikan manfaat secara ekonomi maupun sosial baik bagi para pengemudi maupun para pengguna jasa.

Dari sisi ekonomi, bahwa usaha pelayanan jasa yang dilakukan oleh para pengemudi karena tuntutan ekonomi keluarga sebagai upaya pemenuhan kebutuhan dasar seperti sandang, pangan, papan, pendidikan dan kesehatan. Menjadi tulang punggung keluarga maka dituntut punya kreatifitas dan kegigihan kami dalam mengais rejeki. Apalagi saat ini bahwa semua kebutuhan hidup naik, maka secara otomatis pendapatanpun dituntut naik. Para pengemudi juga memiliki cita cita yang sama seperti masyarakat pada umumnya, meningkatnya kualitas hidup dan yang terpenting bahwa anak anak kita kelak akan menjadi manusia yang bermartabat dan tidak jatuh miskin. Semangat usaha yang kami miliki sudah seharusnya mendapat dukungan dari pemerintah. Bukankah usaha yang kami lakukan ini sangat mendukung program pemerintah untuk pengentasan kemiskinan?

Sebagai pelayan jasa tentu bukan sekedar pertimbangan ekonomi semata, namun secara sosial bahwa keberadaan kami sangat membantu masyarakat. Paling tidak ada 2 kelompok utama yang kami yakni anak sekolah dan para bakul. Layanan yang kami berikan adalah menjemput para penumpang sampai masuk masuk kampung karena kebanyakan jarak antara kampung dan jalan raya sangat jauh. Kemudian kami siap mengantar sampai tujuan seperti pasar dan sekolah sekolah. Hal ini dilakukan tanpa ada uang tambahan khusus tetapi semata mata demi terwujudnya pelayanan terbaik bagi para penumpang yang sedang melakukan kegiatan ekonomi (bakul) maupun kegiatan pendidikan (murid sekolah). Selain kegiatan rutin diatas, para pengemudi mandiri juga melayani kebutuhan transportasi masyarakat seperti pernikahan, pengobatan ke Rumah sakit dll. Perlu di ingat bahwa ketersediaan jasa transportasi di Pedesaan sangatlah minim, dan kami memberikan layanan sesuai dengan kemampuan keuangan masyarakat desa yang memang kebanyakan hidup dalam belenggu kemiskinan.

Hal diatas menunjukan betapa keberadaan angkot telah menjadi bagian hidup masyarakat simo dan sekitarnya maka dengan pertimbangan tersebut kami para pengemudi mandiri yang berpusat operasi di terminal simo menuntut kepada Pemerintah Kabupaten Boyolali untuk:

1. Memfasilitasi para pengemudi mandiri berplat hitam agar tetap bisa beroperasi sebagaimana biasa sehingga tidak akan mematikan sumber penghidupan para pengemudi mandiri dan semakin meningkat kualitas penghidupannya.

2. Mengkaji setiap kebijakan dan regulasi penyediaan jasa transportasi yang terkait langsung dengan jalur operasi dari dan ke terminal simo dengan melibatkan partisipasi pengemudi mandiri sehingga kedepannya akan berpihak pada kepentingan masyarakat.

3. Apabila ditemukan kebijakan atau aturan yang ternyata tidak sesuai dengan fakta sosial dan mengancama keberlangsungan usaha ekonomi masyarakat maka harus segera dicabut.

4. Membuka ruang komunikasi antar pihak penyedia jasa transportasi sehingga tercipta suasana yang nyaman bagi usaha jasa transportasi.

Kami para pengemudi menyadari bahwa semua pihak memiliki hak yang proporsional untuk mencari nafkah di jalur simo, untuknya kami dengan senang hati akan berdampingan dengan siapapun yang memanfaatkan jalur transportasi ini.

Demikian surat pernyataan ini dibuat dengan sepenuh hati dengan harapan dapat terwujud keadilan hakiki dan kesejahteraan sosial.

Simo 2 Agustus 2008

Atas nama Pengemudi Mandiri Terminal Simo

Andi Effendi